Dream Come True

 

Author: VipeR Яed

Title: Dream Come True

Main Cast:

  • Kim Hyun Ri
  • Kim Jong Woon aka Yesung (Super Junior)

Other Cast:

  • Lee Yoora
  • Jung Yoogeun

Genre: Romance

Length: Oneshot

Rating:  PG 15

 

 

 

 

 

 

 

“Aku tidak tau bagaimana nasibku kalau tidak ada kau yang menolongku,” ucap Yesung dengan wajah sendunya.

 

Aku tersenyum. “Aku hanya menolongmu, kau tidak usah berlebihan seperti itu.”

 

Yesung meraih tanganku, ditariknya tubuhku tepat ke dalam pelukannya.

 

Jantungku tiba-tiba berdenyut kencang.

 

Tangan itu kemudian meraih daguku supaya bisa memandang wajah tampannya. Aku menatap tepat ke manik matanya. Bola matanya yang coklat bersinar cerah. Wajahnya bergerak lambat turun mendekat ke wajahku.

 

Ketika hanya beberapa inci lagi bibir kami bersentuhan, tiba-tiba kakiku terasa berguncang. Dan kini aku merasakan tanganku ditarik paksa oleh seseorang.

 

“AAARRRKKKHHH!!!”

 

Aku membuka mataku. Keringat dingin bercucuran di sekujur tubuhku. Tepat di samping ranjangku, Yoogeun tertawa terbahak-bahak.

 

“Kenapa Nuna? Mimpi dikejar-kejar hantu ya sampai teriak-teriak seperti itu?” ucap Yoogeun dengan tawanya yang semakin panjang.

 

“Sedang apa kau disini?!” tanyaku setengah berteriak.

 

Yoogeun berdecak sambil berkacak pinggang. “Heh, Nuna! Lihat ini sudah jam berapa?”

 

Segera kualihkan pandanganku ke jam weker diatas laci.

 

Jam tujuh!

 

 

*

 

 

Setelah bel pelajaran pertama selesai dibunyikan, aku segera kembali menuju kelasku. Aku mengusap keringat di pelipisku dengan punggung tanganku.

 

Setelah hampir mencapai pintu kelas, tiba-tiba Yesung berdiri menjulang tinggi di depan pintu. Seketika itu juga langkahku terhenti tepat di depannya.

 

Ketika memandang wajahnya aku merasa terbang di atas awan. Rasanya bahagia sekaligus deg-degan.

 

Yesung merogoh saku celananya. Ditariknya sebuah saputangan warna hijau muda itu dari sakunya.

 

“Ini.” Yesung mengulurkan saputangan itu.

 

“Apa ini?” tanyaku tidak mengerti.

 

“Kau boleh hapus keringatmu dengan saputangan itu,” ucap Yesung, kemudian Yesung menjatuhkan saputangannya ke telapak tanganku.

 

Aku mengembangkan senyumku. “Gomawo.”

 

 

*

 

 

“Kau benar-benar bermimpi berciuman dengan Yesung?” tanya Yoora masih dengan ekspresi tidak percaya sewaktu aku selesai menceritakan mimpiku semalam.

 

Aku mengangguk. “Aku tidak bohong, Yoora. Aku yakin sebentar lagi mimpiku menjadi kenyataan.”

 

“Kau yakin, Hyun Ri?”

 

“Seratus persen!” ucapku dengan nada mantap. “Dan jika mimpiku itu benar-benar menjadi kenyataan, aku akan mengerjakan seluruh PRmu selama satu minggu.”

 

Mata Yoora langsung bersinar. “Sungguh?”

 

Aku mengangguk.

 

 

*

 

 

Sore ini aku bersepeda keliling taman kota. Udara di sore hari nampak menentramkan hati. Cuaca yang cerah sangat mendukung. Wangi bunga-bunga yang bertebaran di taman bagaikan parfum mewah yang semerbak.

 

Masih teringat jelas obsesiku pada Yesung. Namja pendiam yang sangat cool. Yesung adalah idola para yeoja. Salah satu diantara yeoja tersebut adalah aku. Tapi aku tidak pernah menunjukkan ketertarikanku padanya. Aku takut Yesung salah paham. Aku takut cintaku bertepuk sebelah tangan.

 

Yesung. Namja yang selalu membuat aku grogi bila berada di dekatnya. Yesung bukanlah namja yang sok tampan dan sombong. Walaupun ia adalah pewaris tunggal Batbol yang sangat terkenal di Korea, ia tetap rendah hati.

 

Selain cerdas, Yesung juga sangat ramah pada semua orang. Hal itulah yang membuatku semakin tergila-gila padanya.

 

Aku memperhatikan saputangan hijau mudanya lekat-lekat.

 

Sambil menatap saputangan itu aku membayangkan wajahnya. Wajah sendunya yang inosen sangat damai. Bagai air danau yang mengalir dengan tenang. Menyejukkan.

 

Tapi, apakah dia menyukaiku?

 

Aku sering mendapati Yesung diam-diam memperhatikanku, menucuri-curi pandang kepadaku.

 

Tapi, apakah dia menyukaiku?

 

Pertanyaan itu masih terus berputar-putar di kepalaku. Bertanya-tanya apakah aku salah menilai sikapnya selama ini.

 

Yesung selalu menyapaku. Setiap malam ia selalu menyempatkan untuk meneleponku walau hanya sekedar menanyakan apa yang sedang kulakukan.

 

Apa ia menyimpan perasaan yang sama denganku karena ia tulus mencintaiku? Atau ia hanya mengagumiku karena aku selalu membuat harum nama sekolah dengan bakatku bermain taekwondo?

 

Jika Yesung menyukaiku, aku berpikir bahwa alasan kedualah yang membuat ia menyukaiku.

 

Yesung hanya mengagumiku karena prestasiku. Tidak seperti aku mengaguminya karena aku tulus mencintainya. Pada kepribadiannya juga pada kelebihan dan kekurangannya.

 

 

*

 

 

Aku masih duduk di bangku taman kota tepat di belakang pohon asaki yang rimbun.

 

Terlihat sangat sepi karena tidak ada orang lain disini selain aku. Untuk mengobati rasa lelah aku meneguk air minumku.

 

Suara berisik terdengar samar-samar dari balik semak-semak yang membuatku penasaran. Segera kulangkahkan kakiku menuju asal suara itu. Betapa terkejutnya aku ketika melihat Yesung tengah dipukuli oleh seorang Ahjussi berbadan besar dan berwajah garang. Kelihatannya Yesung sudah kehabisan tenaga untuk melawan Ahjussi itu. Kulihat ia hanya menangkis tanpa membalas pukulan yang diberikan Ahjussi itu padanya.

 

Aku harus segera menolongnya!

 

Di sampingku terdapat setumpukkan batu berukuran sedang. Aku segera mengambil salah satu batu tersebut dan tanpa berpikir panjang aku langsung melemparkan batu itu kesasaran, yaitu Ahjussi berbadan besar itu.

 

Tak kuduga ternyata lemparanku berhasil membuat jidat Ahjussi itu bocor dan mengeluarkan darah yang cukup banyak.

 

Ahjussi itu mengetahui keberadaanku. Ia langsung berlari kalang kabut.

 

Hei, ada apa dengan Ahjussi itu? Kenapa ia langsung kabur begitu melihatku. Apa tampangku ini sangat menyeramkan? Oh, atau dia tau kalau aku ini juara satu atlet taekwondo putri se-Korea Selatan? Hah, masa bodo!

 

Setelah Ahjussi itu tak terlihat lagi, segera kuhampiri Yesung yang tertunduk lesu. Darah segar mengucur di sekitar bibirnya. Kulihat mukanya lebam-lebam.

 

“Gwenchana, Yesung-ah?” tanyaku khawatir sambil mengusap darah di bibirnya dengan saputangan miliknya.

 

“Aku tidak apa-apa,” jawabnya dengan diiringi senyuman di bibirnya. “Hyun Ri-ah?”

 

“Nde?”

 

“Tahukah kau kalau aku sangat mencintaimu?”

 

Jantungku hampir saja berhenti berdenyut ketika mendengar pernyataannya. Apa mungkin? Apa dia sedang bercanda?

 

“Hyun Ri, aku mencintaimu sejak dulu. Bukan karena prestasimu. Tapi karena aku menemukan sosok yang aku cari selama ini yang ternyata ada pada dirimu,” jelasnya dengan sungguh-sungguh.

 

“Kau bohong, kan?”

 

“Tidak. Aku hanya berkata jujur tentang perasaanku padamu. Aku tau kalau kau juga mencintaiku.”

 

Aku menunduk malu.

 

“Jadi, apakah kau mau menjadi yeojachinguku?”

 

Aku mengangguk dan tersenyum. “Nde.”

 

“Gomawo karena kau telah menerimaku menjadi namjachingumu. Saranghaeyo, Kim Hyun Ri.”

 

“Nado saranghaeyo, Kim Jong Woon.”

 

Aku bahagia. Ternyata cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Ternyata selama ini Yesung juga menyimpan perasaan yang sama sepertiku.

 

“Aku tidak tau bagaimana nasibku kalau tidak ada kau yang menolongku,” ucap Yesung dengan wajah sendunya.

 

Aku tersenyum. “Aku hanya menolongmu, kau tidak usah berlebihan seperti itu.”

 

Dan saat itu juga kami berciuman.

 

Persis seperti mimpiku semalam. Bedanya kali ini tidak ada Yoogeun yang menarik tanganku dan mengguncang-guncangkan kakiku.

 

INI NYATA!

 

Aku juga akan menepati janjiku untuk mengerjakan PR Yoora selama satu minggu.

 

 

 

– the end –

 

 

One thought on “Dream Come True

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s