Happy Birthday, Choi Minho!

 

Author: VipeR Яed

Title: Happy Birthday, Choi Minho!

Main Cast: Choi Minho (SHINee)

Other Cast:

  • Lee Jinki aka Onew (SHINee)
  • Kim Jonghyun aka Jjong (SHINee)
  • Kim Kibum aka Key (SHINee)
  • Lee Taemin (SHINee)

Genre: Comedy, Friendship

Length: Oneshot

Rating: PG-13

 

 

 

 

 

 

 

Jam dinding di dorm SHINee menunjukkan pukul 11.45 PM. Kurang lima belas menit lagi para member SHINee akan merayakan ulang tahun Sang Flaming Charisma di ruang tengah. Mereka sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik dan sempurna. Kue tart ukuran sedang dengan lilin angka 21 sudah disiapkan diatas meja. Makanan dan minuman ringan pun telah disediakan. Ruang tengah yang biasa mereka gunakan untuk berkumpul pun mereka sulap menjadi ruangan pesta dengan menempelkan kertas krep dan balon warna-warni. Itu semua mereka lakukan tanpa sepengetahuan si Birthday Man.

 

“Apakah Minho masih tidur?” tanya sang leader.

 

“Kurasa Minho Hyung masih tidur,” jawab couplenya Minho, Taemin.

 

“Aigo, bocah itu seperti kebo saja. Padahal sudah dari sore dia tidur dan sekarang dia belum bangun-bangun juga, ckck,” ucap Onew kesal sambil menggeleng-gelengkan kepalanya ala Project Pop.

 

“Bukankah itu lebih baik, Hyung? Jadi kita bisa leluasa menyiapkan kejutan untuknya tanpa sepengetahuannya seperti ini,” kali ini Key angkat bicara.

 

“Benar juga kau, Kunci-ah.”

 

Key, Taemin, dan Jjong hanya bisa berdecak.

 

“Ya, lima menit lagi pukul 0.00 dini hari. Ppali kita harus bersiap-siap,” seru Jjong mengomandani.

 

“Biar aku yang membangunkan Minho Hyung,” ucap Taemin menawarkan diri.

 

“Ya sudah, ppali,” ucap Onew yang kini sibuk memakai topi kerucut.

 

Key dan Jjong pun sibuk memakai topi kerucut, sedangkan Taemin pergi ke kamar Minho.

 

Setelah sampai di depan kamar Minho, Taemin mengetuk pintu dan berseru memanggil Hyung kesayangannya. “Minho Hyung, ireona!”

 

Tapi tak ada respon dari si pemilik kamar. Taemin berdecak kesal. Ia akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya Minho.

 

Dilihatnya Hyungnya itu sedang tertidur pulas dengan posisi meringkuk seperti induk kucing yang sedang menyusui anak-anaknya. Seulas senyuman tersungging di bibir Taemin. Ia duduk di pinggir ranjang dan mengelus pipi Minho dengan penuh sayang.

 

“Minho Hyung, ireona,” ucap Taemin lembut. Tetap tidak ada reaksi dari Minho.

 

Taemin kini menepuk-nepuk pipi Minho, tapi tetap saja Minho tidak bangun dari tidurnya, bahkan untuk ngulet saja pun tidak.

 

Hal itu membuat Taemin kesal. “Aiisshh, dasar kebo. Bagaimana caranya aku membangunkan Minho Hyung?”

 

Tiba-tiba ada bohlam menyala di otaknya pertanda ia mempunyai ide. Taemin mendekatkan bibirnya ke telinga Minho dan membisikkan sesuatu dengan suara seperti yeoja.

 

“Chagiya, ini aku Author. Ireona chagiya, ppali. Katanya kau mau mendapatkan kisseu dariku.”

 

Tak disangka, bisikan Taemin yang menyamar menjadi Author pun sukses membuat Minho terbangun. Minho mengerjap-ngerjapkan matanya dan memandang ke sekeliling kamarnya.

 

“Neo?!” tunjuk Minho pada Taemin. “Kenapa kau disini? Dimana Author? Tadi aku mendengar suara merdunya menyuruhku bangun,” tanya Minho pada Taemin.

 

Yang ditanya hanya tersenyum. “Dan Hyung bangun karena ingin mendapatkan kisseu dari Author, kan?”

 

Minho terkesiap mendengar ucapan Taemin. “Ya, kenapa kau bisa tau?”

 

“Karena aku yang membisikan kata-kata itu, chagiya,” ucap Taemin dengan suara yang lagi-lagi dimiripkan seperti suara Author.

 

“YA! LEE TAEMIN!”

 

Si maknae hanya terkekeh geli karena dia berhasil menjahili Hyungnya di hari ulang tahunnya. Kemudian Taemin teringat akan sesuatu.

 

“Hyung, ayo kita ke ruang tengah,” ajak Taemin sambil menarik lengan Minho.

 

“Ya, untuk apa? Aku masih mau tidur!” tolak Minho.

 

“Aissshh, sudahlah Hyung. Kajja!”

 

Sesampainya di ruang tengah, ternyata ruangan itu gelap gulita. Hal itu membuat Minho kesal karena merasa dipermainkan oleh Taemin.

 

Tapi belum sempat Minho menyerukan protesnya ke Taemin, tiba-tiba lampu di ruangan itu menyala dan muncullah tiga namja bertopi kerucut sambil membunyikan terompet. Sang leader lah yang membawa kue tart yang lilin angka 21 nya sudah berhiaskan api. Serempak, ketiga namja bertopi kerucut dan Taemin menyanyikan lagu Happy Birthday.

 

“Happy Birthday to you… Happy birthday to you… Happy birthday happy birthday… Happy birthday… Choi Minhoooooo.”

 

Sang Birthday Man hanya spheecless. Ia baru menyadari bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya yang ke-21. Dengan mata yang berkaca-kaca, Minho tersenyum bahagia.

 

“Sudahlah tidak usah cengeng seperti itu, ayo cepat tiup lilinnya!” seru Jjong merusak suasana.

 

Minho hanya tersenyum mendengar ucapan Jjong. Tanpa banyak basa-basi, ia meniup lilinnya. Sebelum meniup lilin, ia membuat sebuah permintaan pada Tuhan.

 

“Omona, apa kau tidak make a wish dulu?” tanya Key.

 

“Tentu saja sudah.”

 

“Jinjja?”

 

“Ne. Kau ini cerewet sekali, Eomma.” Ucapan Minho berhasil membuat Key menekuk bibirnya dan membuat ketiga namja lainnya tertawa.

 

“Aku sangat lapar Hyung. Kajja ppali potong kuenya!” rengek Taemin manja.

 

Minho tersenyum melihat sikap Taemin. Dia menjawil hidung Taemin. “Aigo, rupanya anak kecil ini sudah kelaparan dari tadi. Haha, baiklah aku akan segera memotong kue ini.”

 

Potongan kue pertama Minho diberikan pada Taemin yang memang sedang terkena kelaparan ala gelandangan yang tidak makan selama satu minggu. Potongan kedua ia berikan untuk sang leader, potongan ketiga ia berikan untuk sang Eomma, dan potongan keempat ia berikan untuk sang main vocal.

 

Mereka kini tengah duduk menikmati kue dan makanan lainnya yang memang sudah disediakan. Derai tawa menghiasi ruang tengah yang sudah disulap menjadi ruang pesta dadakan.

 

“Omona, aku sampai lupa ingin memberikan sesuatu untukmu,” ucap Jjong. Ia kemudian mengambil sesuatu dari atas laci. “Ini kado untukmu, Minho-ah.”

 

Minho menerima hadiah dari Jjong dengan senyum. “Huwaaa Hyung, gomawo,” ucap Minho lalu memeluk Jjong. “Aku buka, ya?”

 

Baru saja tangan Minho hendak membuka bungkus kado dari Jjong, Onew berseru. “Jangan dibuka dulu Minho-ah. Kami juga punya sesuatu untukmu.”

 

“Jinjja?”

 

Onew mengangguk ala ayam yang sedang mematuk. “Key, Taemin, kalian cepatlah ambil hadiahnya,” seru Onew pada kedua dongsaengnya.

 

Key dan Taemin pun menurut. Mereka segera mengambil hadiah yang mereka letakkan di pinggir meja televisi.

 

“Ini Hyung punyamu,” ucap Taemin sambil menyerahkan kado berbentuk bola dengan bungkus berwarna hijau.

 

Onew mengambilnya dan menyerahkannya pada Minho. “Minho-ya, sang rapper SHINee, sang Flaming Charisma, Keroropi, Ice Prince yang tampan dan baik hati, ini hadiah dari sang leader SHINee yang paling tampan sejagat raya.”

 

Key, Jjong, Minho, dan Taemin langsung memalingkan wajah mereka seperti hendak muntah ketika mendengar gombalan dari Onew.

 

“Gomawo Hyungku yang paling narsis dan paling sangtae sedunia,” ucap Minho menjawab gombalan Onew.

 

Sang leader hanya tersenyum. “Kau tidak mau memelukku, eh?”

 

“Omo, aku lupa,” ucap Minho lalu segera menghambur ke pelukan Onew. “Gomawo untuk kadonya, Hyung.”

 

“Ne, cheonmaneyo.”

 

“Ini untukmu, Minho-ah.” Key memberikan kado berwarna pink itu pada Minho.

 

Minho menerimanya dengan senang hati lalu memeluk sang fashionholic. “Gomawo, Eomma.”

 

“Ne anakku, kekeke,” jawab Key.

 

“Dan ini hadiah untuk Hyung kesayanganku sekaligus my couple,” ucap Taemin sambil memasang puppy eyes nya. “Terimalah, Hyung.”

 

“Omo, kau romantis sekali Taeminie,” ucap Minho. Ia segera memeluk Taemin dengan sayang. “Gomawo, my couple.”

 

“Ne, Hyung. Semoga Hyung suka hadiah dariku, ya?”

 

“Ah tentu saja aku akan menyukainya, Taeminie. Umm, apakah aku boleh membuka kado dari kalian semua?” tanya Minho meminta izin dari para member SHINee yang memberinya hadiah.

 

“Tentu saja. Ppali bukalah, aku penasaran apa yang Onew Hyung berikan padamu,” ucap Jjong penasaran.

 

Pletak!

 

Satu jitakan mendarat mulus di kepala Jjong. Jjong hanya meringis kesakitan dan mengelus kepalanya.

 

“Kau meledekku, hah?! Lihat saja, pasti hadiah dariku lah yang paling menarik,” ucap Onew dengan pedenya.

 

“Aissshh, kau pede sekali Hyung,” cibir Jjong.

 

“Suka-suka,” balas Onew cuek bebek.

 

“Sudah-sudah, kalian ini berisik sekali sih. Kalau kalian berisik terus seperti itu, kapan Minho akan membuka hadiahnya?” omel Key.

 

Onew dan Jjong hanya menelan ludahnya. Tak berani bicara lagi.

 

“Kajja Hyung, bukalah hadiahnya,” suruh Taemin.

 

“Ne. Aku buka, ya? Aku akan membukanya sesuai dengan urutan. Pertama aku akan membuka kado dari Jjong Hyung dulu,” ucap Minho lalu membuka kotak berwarna merah pemberian Jjong.

 

“Pasti Jjong hanya memberikan Minho handuk kecil,” tebak Onew.

 

“Memangnya untuk apa?” tanya Key ingin tahu.

 

“Untuk mengelap keringat Minho ketika habis berolahraga,” jawab Onew datar.

 

“Mwo?” seru Minho. “Kau benar Hyung. Ini liat, Jjong Hyung memang memberikanku handuk kecil, ckck,” ucap Minho sambil memperlihatkan hadiah dari Jjong yang ternyata memang handuk kecil. “Tapi chankaman, kenapa jumlahnya banyak sekali.”

 

Jjong hanya tersenyum melihat ekspresi Minho. “Hanya untuk cadangan Minho-ah,” jawab Jjong sambil terkekeh. “Kau menyukainya?”

 

“Aku masih bingung kenapa Hyung memberikan aku handuk kecil sebanyak ini, tapi aku berterima kasih padamu. Aku menyukainya.”

 

“Benar kan apa kataku?” timpal Onew.

 

“Bagaimana Hyung bisa mengetahuinya?” tanya Taemin.

 

“Sebenarnya aku tidak sengaja melihatnya membeli handuk itu di pedagang keliling,” jawab Onew tanpa dosa.

 

“Ya, Hyung!” seru Jjong.

 

“Benarkah itu Jjong Hyung?” tanya Minho dengan tatapan tajam.

 

Jjong hanya nyengir kuda.

 

“Sudah kuduga,” ucap Key menatap tajam ke arah Jjong.

 

“Ayo kado yang berikutnya, Hyung,” seru Taemin mengalihkan topik pembicaraan dengan tema handuk kecil yang semakin memanas.

 

“Ah, baiklah,” ucap Minho menyetujui. “Aku akan membuka kado berbentuk bola ini dari Onew Hyung.”

 

Minho membuka kertas kado berwarna hijau yang membungkus bola. Mata bulat Minho membulat lebih maksimal ketika melihat kado dari Onew Sangtae.

 

“Apa isinya, Hyung?” tanya Taemin penasaran.

 

“Aku yakin kado dari Onew Hyung itu lebih buruk dari pada kado pemberianku,” cibir Jjong.

 

Minho menatap Onew penuh dengan tanda tanya, kemudian ia menatap kembali isi kado dari Onew lalu menatap Onew kembali. “Apa maksud Hyung memberikanku telor sebanyak ini?”

 

“Itu telor bukan sembarang telor, Minho-ah,” jawab Onew.

 

“Ya, jelaskan padaku!”

 

“Itu bukan telor ayam biasa, melainkan di dalam telor itu ada benih anak ayam.”

 

“Maksud Hyung, telor ini akan menetas?”

 

Onew mengangguk. “Ne.”

 

“Lalu kenapa kau berikan padaku, Hyung?” tanya Minho lagi. Ia masih belum paham akan ucapan Onew.

 

“Aku memberikannya padamu supaya kau bisa merawatnya dengan baik, Minho-ah. Seminggu lagi mungkin telor itu akan menetas menjadi anak ayam. Kau tak usah bingung, tanpa induknya pun telor itu bisa menetas dengan sendirinya asalkan kau rawat dengan baik. Dan jika nanti anak-anak ayam itu sudah tumbuh menjadi besar, mereka akan bertelor lagi dan akan menghasilkan anak ayam lagi, begitu seterusnya. Lalu jika kita mendadak butuh ayam untuk di masak, kita bisa mengambil ayam itu. Bukankah itu sebuah pengiritan?”

 

Penjelasan Onew itu berhasil membuat Minho, Jjong, Key, dan Taemin melongo. Mereka benar-benar syok. Itu artinya, Onew menyuruh Minho untuk berternak ayam di dorm mereka?

 

“ANDWEEEEEE,” tolak keempat namja itu kompak.

 

“Wae? Kenapa kalian protes?”

 

“Ya, apa Hyung tidak memikirkan resikonya nanti?” tanya Jjong meradang.

 

“Memangnya apa resikonya?” Onew balik bertanya.

 

Keempat namja itu menepuk jidat mereka masing-masing. Mereka tidak menjawab pertanyaan dari Onew yang sangtaenya sedang dalam keadaan on.

 

“Terima kasih untuk kadonya, Hyung,” ucap Minho pasrah.

 

“Kau akan melakukan yang aku ucapkan tadi bukan?”

 

“Molla. Akan kupikirkan lagi,” jawab Minho sambil memijat pelipisnya.

 

“Sudah kuduga, kadonya pasti lebih buruk dari kadoku,” ucap Jjong lirih.

 

Key yang mendengar ucapan Jjong hanya memutar kedua bola matanya.

 

“Next gift, Hyung,” seru Taemin.

 

Minho mengambil kado berwarna pink dari Key. “Kuharap kadomu lebih bagus dari mereka berdua, Key.”

 

Key tersenyum. “Sudah pasti.”

 

“Kyaaaaaa,” seru Minho seperti orang yang habis menang lotre ketika dirinya melihat isi kado pemberian Key.

 

“Waeyo, Hyung?” tanya Taemin bingung melihat kelakuan aneh Minho.

 

“Omo, Key. Bagaimana bisa kau mendapatkan foto Author? Aigoo, yeppo dan kyeopta,” tanya Minho tak tertahankan karena senang mendapatkan foto Author yang dibingkai, kado dari Key.

 

Key tersenyum penuh arti. “Aku mendapatkannya dari akun cyworldnya. Aku tau kau sangat menyukainya, makanya kuputuskan untuk mengambil fotonya dan mencetaknya untukmu, Minho-ah.”

 

“Aigooo, aku senang sekali. Ini adalah kado terindah yang pernah kudapatkan. Gomawo, Key-ah.”

 

“Cheonmaneyo, Minho-ah.”

 

“Aisshhh, reaksimu berlebihan sekali,” celetuk Jjong.

 

“Ya, diamlah kau Hyung. Kau tidak mengerti perasaanku, huh.”

 

“Lebih baik kado dari Key dari pada kado darimu, Jjong,” ucap Onew membela Minho.

 

Jjong hanya mendengus sebal.

 

“Aku cemburu, hiks,” ucap Taemin lirih.

 

“Ya Taeminie, uljima. Aku tetap menyayangimu,” ucap Minho menenangkan Taemin.

 

“Benarkah?”

 

“Tentu saja, Taeminie. Kau kan couple sejatiku.”

 

“Yaks, kalian menjijikan sekali,” seru Onew.

 

“Kau iri, eh?” tanya Jjong yang sekarang merangkul pundak Key.

 

“Ya! Kalian memang pasangan aneh! Hanya aku saja yang waras di sini.”

 

“Tentu saja hanya kau, Hyung. Ayammu mana mau menemanimu,” ucap Jjong penuh dengan kemenangan.

 

“YA! KIM JONGHYUN!”

 

Taemin, Key, Minho, dan Jjong tertawa melihat Onew yang uring-uringan.

 

“Sudahlah, kasian Onew Hyung,” ucap Key berusaha menghentikan tawa para member. “Next gift, Minho-ah.”

 

“Ehm, baiklah,” ucap Minho sambil berdehem. “Kado terakhir dari my couple Lee Taemin. Umm, aku deg-degan membayangkan isinya.”

 

“Bukalah, Hyung,” suruh Taemin sambil tersenyum malu.

 

Dengan hati-hati Minho membuka kado dari Taemin. Ia lalu mengambil isinya. “Jam weker?”

 

“Ne. Untukmu, Hyung,” ucap Taemin masih dengan senyum yang merekah.

 

“Untuk apa kau memberikan itu pada Minho, Taemin-ah?” tanya Key dengan alis saling bertautan.

 

“Umm, bacalah dulu surat dariku Hyung,” ucap Taemin pada Minho tanpa menjawab pertanyaan dari Key.

 

Minho kembali fokus pada kotak kado dan mengambil sebuah surat yang memang terselip disana. Ia lalu membacanya.

 

 

 

Dear, Minho Hyung.

 

Pertama-tama aku mau mengucapkan selamat ulang tahun ^^ Aku harap semua harapanmu di umurmu yang sudah menginjak 21 tahun ini akan terwujud🙂

 

Kau sudah mengetahui kado dariku bukan? Maaf, jika kado dariku kurang menarik. Tapi asal Hyung tau saja, aku tidak sembarang memilihkan kado untukmu. Kado ini mempunyai banyak makna.

 

Jam Weker.

 

Mungkin itu barang simpel yang selalu diabaikan. Hyung tau kenapa aku memberimu jam weker? Semua orang juga tau kalau fungsinya jam weker yaitu untuk membangunkan seseorang dari tidurnya. Aku juga tau pasti Hyung mengetahuinya bukan?

Jam weker ini kupersembahkan untuk Minho Hyung, Rajanya Kebo.

Aku tau Hyung tidak pernah mempunyai jam weker selama 20 tahun ini bukan? Aku tau alasannya, kekeke.

Aku berharap dengan Hyung memasang jam weker pemberianku ini, kita semua -Onew Hyung, Jjong Hyung, Key Hyung, dan aku- tidak perlu repot-repot membangunkan singa yang sedang tidur seperti Hyung😄

Dan lihatlah pada layarnya, aku sengaja memasang foto kita berdua. Aku ingin Hyung selalu mengingatku dimanapun Hyung berada bahkan saat tidur sekalipun.

 

Oke, hanya itu saja yang bisa kutulis disini. Semoga Hyung menyukai kado dariku ^^

 

 

-your couple, Lee Taemin-

 

 

Ps: Cobalah setel jam weker nya dan dengarkanlah nada alarm nya😀

 

 

 

Minho menyerukan note terakhir Taemin dengan cukup keras sehingga membuat keempat namja itu mendengarnya. Ia lalu mengambil jam weker pemberian Taemin yang memang di layarnya terdapat foto mereka berdua. Ia menyetel weker nya sesuai dengan note terakhir Taemin.

 

Tiba-tiba para member SHINee terkecuali Taemin syok berat ketika mendengar bunyi alarm dari jam weker pemberian Taemin.

 

“MINHO HYUNG, IREONA! PPALI IREONA! YA PPALI IREONA! YA YA YA IREONA MINHO HYUNG! LALALALA IREONAAA~”

 

Onew, Jjong, Minho, dan Key pun pingsan berjamaah.

 

 

 

– the end –

 

 

 

 

 

 

Note:

 

Muahahahaaaa… Mian Author ikutan numpang eksis disini #plakk

 

 

Happy Birthday, Choi Minho!

Bias, pacar, sekaligus suami gue😄.

Saengil chukkae hamnida yeobo. Saranghae❤

 

Pulanglah ke Indonesia, chagiya. Istrimu ini sangat merindukanmu😄

 

-kecup jauh dari istrimu :*****

 

 

 

3 thoughts on “Happy Birthday, Choi Minho!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s