Insomnia

 

Author: VipeR Яed

Title: Insomnia

Cast: Kim Ryeowook (Super Junior)

Length: Drabble

Rating: PG-13

 

 

 

Recommend Song: ► Super Junior Ryeowook – Insomnia.

 

 

 

 

 

 

 

Nakal sekali mataku ini. Sudah kututup tapi tak tertidur. Aissshh, bisa-bisa besok mataku berubah seperti mata panda yang menyedihkan. Padahal besok ada wawancara.

 

Kutarik selimut hingga menutupi semua badanku termasuk kepalaku, berharap segera terlelap. Tapi sial, aku malah tidak bisa bernafas karena terlalu pengap.

 

Kucoba cara kuno dengan menghitung domba. Satu, dua, tiga, empat, lima… sembilan puluh sembilan, seratus… dua ratus. Aisshh, bahkan sudah sampai dua ratus pun mataku tetap tak terpejam juga. Yang ada bibirku menjadi pegal.

 

Apa aku harus mencoba meminum obat tidur? Mungkin itu cara yang tepat. Menyangkut besok aku harus bangun pagi-pagi.

 

Segera kusibak selimut yang membalut tubuhku dan bangkit untuk memakai sandal kamar. Baru saja aku beranjak hendak melangkah, aku teringat bahwa aku tidak mempunyai obat tidur. Apa aku harus membelinya sekarang juga?

 

Kulirik jam weker berbentuk kepala beruang di atas laci, pukul 2.00 AM.

 

Pukul 2.00 AM!

 

2.00 AM!

 

Mataku hampir meloncat keluar dari sarangnya ketika melihatnya. Yang benar saja, berarti ini sudah pagi? Omo, ottokhae?

 

Pikiranku kembali gelisah. Tiba-tiba aku kembali mengingatnya. Mengingat seseorang yang akhir-akhir ini selalu memenuhi pikiranku. Seorang yeoja yang berhasil membuatku seperti orang gila. Dia sangat manis. Wajahnya seperti bocah SMP, padahal umurnya sudah 24 tahun. Dia selalu tersenyum ketika melihatku. Aigooo, benar-benar mempesona. Suaranya terdengar seperti malaikat. Aku mendadak merinding disko ketika mendengarnya. Apalagi kalau aku menyentuh tangannya yang omonaaaa, sangat lembut seperti sutera sehingga membuatku langsung terbang ke langit tujuh.

 

Ya, apa-apaan kau ini, Kim Ryeowook! Kau sebaiknya segera tidur. Kenapa kau jadi membayangkan yeoja itu?

 

Anni. Aku tidak boleh membayangkannya lagi. Aku harus segera tidur. Ya, tapi aku tidak bisa tidur! Lebih baik aku melanjutkan membayangkan yeoja-ku yang yeppo. Aisshhh, kenapa aku menyebutnya yeoja-ku? Ah sudahlah, mungkin nanti dia akan menjadi milikku, hihihi. Tapi tiba-tiba aku rindu dengan wajahnya. Ingin sekali melihatnya saat ini juga.

 

Maka dari itu cepat tidur, Kim Ryeowook! Lebih cepat kau tidur, lebih cepat pula kau akan bertemu dengannya esok hari.

 

Benar juga.

 

Aku kembali menarik selimut dan memejamkan mata. Bayangan wajahnya yang sedang tersenyum hangat seketika melintas di pikiranku.

 

Oh my gosh, ada apa dengan aku ini? Sungguh aku tidak bisa tidur. Bahkan memejamkan mata pun aku tak sanggup lagi.

 

Ingin sekali aku bertemu dengannya saat ini juga. Mengobrol bersama dan saling menertawakan lelucon kami. Serasa seperti di surga.

 

Mataku menulusuri setiap sudut ruang kamarku. Dan tiba-tiba pandanganku tertumbuk pada sebuah benda di atas meja yang berisi tumpukan buku. Mataku langsung bersinar, seketika senyumku mengembang. Bergegas aku menghampiri meja itu dan mengambil benda yang kumaksud.

 

Ponselku!

 

Aku teringat kalau aku menyimpan fotonya di ponselku. Foto yang tanpa sengaja kuambil sewaktu dia sedang bergurau dengan temannya. Aku memotretnya diam-diam tanpa sepengetahuannya. Foto itu kujadikan sebagai wallpaper di ponselku.

 

Aku kembali ke atas ranjang dengan senyum yang masih mengembang. Kupandangi wajahnya yang putih mulus. Ia tersenyum. Benar-benar yeoja yang manis.

 

Mataku terus-menerus memandang layar ponselku. Dimana disana terdapat yeoja yang kusukai. Masih dengan melihat layar ponsel, aku menghayalkan tentang aku dan dia. Aisssh, aku jadi malu sendiri.

 

 

*

 

 

Kriiiiingggg… Kriiiiiiiiiingggggg… Kriiiiiiiiiiiiiiiinggggggg…

 

Aku tersadar ketika mendengar bunyi alarm dari jam weker. Aku meraba-raba laci, hendak mengambil jam weker tanpa mataku beranjak dari layar ponsel. Aku meraih jam weker dan segera memencet tombol off. Tatapanku sekarang beralih dari layar ponsel menuju jam weker.

 

Pukul 6.00 AM!

 

Astaga, ini tidak mungkin!

 

Mataku bergantian menatap jam weker dan jam di layar ponsel.

 

Puku 6.00 AM!

 

Anniyooooooooooo!!!

 

Ini benar-benar tidak mungkin! Berarti aku sudah menghabiskan 4 jam hanya untuk begadang memandangi fotonya dan membayangkannya? Ini gila!

 

Bahkan kulihat baterai ponselku sudah berganti warna dari hijau menjadi merah. Juga kurasakan panas yang menyelimuti ponselku.

 

Yang benar saja! Jadi semalaman aku tidak tidur?!

 

 

 

– the end –

 

 

 

2 thoughts on “Insomnia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s