I Hate That Message

Author: VipeR Яed

Title: I Hate That Message

Main Cast: Choi Minho (SHINee)

Other Cast:

  •  Choi Siwon (Super Junior)
  •  Lee Jinki aka Onew (SHINee)

Genre: Friendship

Length: Oneshot

Rating: G

 

 

 

 

 

 

 

PING!!

 

1 new message

 

 

From: Kevin

 

Persahabatan itu bukan aku dan kau, nanti dikira dancau.

Persahabatan itu adalah kita.

Kita disini masuk bersama-sama, keluar juga harus bersama-sama.

 

Sebarkan pesan ini ke semua temanmu yang berada di tingkat 3.

 

Ingat, jangan pelit pulsa! Atau kau tidak akan lulus! Demi Tuhan, ini amanah.

 

 

Tsk, pesan seperti ini lagi ternyata. Apa mereka tidak bisa berhenti menggangguku dengan tidak mengirimkan pesan seperti ini lagi padaku?

 

Bukannya aku takut atau apa. Demi Tuhan, ini benar-benar hal bodoh yang mereka lakukan yaitu mengancam orang. Apakah mereka tidak berpikir seandainya orang yang mereka kirimi pesan tersebut sedang benar-benar tidak mempunyai pulsa, seperti aku minggu lalu. Apakah mereka tidak berpikir orang yang mereka kirimi pesan tersebut sudah muak dengan inti dari pesan-pesan sampah itu? Seperti halnya denganku.

 

Bodoh. Mereka benar-benar bodoh.

 

Jujur, aku sangat kesal jika teman-temanku mengirimiku pesan seperti ini. Apa teman-temanku itu tidak tau kalau aku ini ingin sekali meninju orang yang membuat pesan-pesan itu? Aissh, jinjja!

 

Minggu lalu Minzy pernah mengirimiku pesan persis seperti yang Kevin kirimkan itu. Tidak ada yang berbeda, dari segi bahasa dan cara penulisannya pun sama. Aku yakin ada pelaku di balik ini semua.

 

Karena kesal dengan pesan yang Minzy kirimkan dan karena pulsaku hanya bisa untuk mengirim satu pesan saja, akhirnya aku membalas pesan Minzy.

 

 

To: Minzy

 

Kau hebat sekali bisa membuat kalimat sebaik itu. Apakah nilai bahasamu sudah membaik, Minzy-ah?

 

 

Dan tak lama kemudian Minzy membalas.

 

 

From: Minzy

 

Kau ini bisa saja. Tidak mungkin aku yang membuatnya, aku dapat pesan itu dari Krystal dan Yoona.

 

 

And, see? Dugaanku benar, kan? Pasti ada sutradara yang sedang mengatur jalannya permainan di balik layar.

 

Aku hanya tersenyum sinis membaca pesan balasan dari Minzy dan tidak membalasnya lagi karena pulsaku benar-benar sudah habis.

 

 

*

 

 

PING!!!

PING!!!

 

2 new message

 

 

From: Kai

 

Sebentar lagi kita akan menghadapi Ujian Negara. Jangan lupakan teman-teman seperjuanganmu! Kalian semua harus sama-sama membantu. Jangan sampai ada diantara kita yang tidak lulus.

 

Forward pesan ini ke semua teman kelas 3 yang berada di list contact mu. Ini bertujuan untuk mengingatkan mereka agar mereka tidak lupa akan artinya sebuah persabahatan.

 

 

From: Gikwang

 

SEOULHIGH SCHOOL, HWAITING!

SEOULHIGH SCHOOL, HWAITING!

SEOULHIGH SCHOOL, HWAITING!

SEOULHIGH SCHOOL, HWAITING!

 

Kirim pesan ini ke semua kelas 3 di Seoul High School.

 

 

Bagaimana reaksiku setelah membaca pesan-pesan tersebut? Adalah satu kata, yaitu tertawa.

 

Tawaku bukan seperti sedang menertawakan tingkah konyol Kang Hodong, melainkan tertawa sinis.

 

Dengan penuh rasa kesal, aku membalas pesan-pesan tersebut.

 

 

To: Kai

Memangnya kau sudah mengirimkan pesan itu berapa kali?

 

 

To: Gikwang

 

Aku hanya mempunyai 14 nomor ponsel anak SeoulHigh School tingkat 3, igeon eottae?

 

 

Hah, apa mereka bisa berhenti mengirimiku pesan-pesan sampah itu? Sudah kubilang terang-terangan pada mereka bahwa aku tidak suka mereka mengirimiku pesan-pesan yang intinya hanya sebuah ancaman dan omong kosong itu. Tapi mereka tidak menghiraukanku.

 

Apa ada yang menyangka kalau aku ini takut?

 

Big no! Aku sama sekali tidak takut dengan ancaman pesan-pesan itu. Kalau aku takut, pasti aku sudah mematuhi suruhan pesan sampah itu untuk mem-forward ke seluruh anak kelas 3.

 

PING!!!

 

1 new message

 

 

From: Gikwang

 

Kalau begitu kirim saja ke 14 list contact mu itu.

 

 

To: Gikwang

 

Kalau aku tidak mau?

 

 

PING!!!

 

1 new message

 

 

From: Kai

 

Sudah 47 orang ku kirimkan pesan itu, haha.

 

 

Dasar baboya namja! Wajahnya saja yang terlihat dingin seperti es, tapi ternyata mental krupuk!

 

PING!!!

 

1 new message

 

 

From: Gikwang

 

Up to you.

 

 

 

***

 

 

Enam buku Fisika dari kelas 1 sampai kelas 3 sudah kulahap habis. Jangan kira aku adalah siswa yang menerapkan prinsip SKS. Aku tidak seperti itu. Tanpa mempelajari itu semua pun aku sudah paham. Mana mungkin si jenius Choi Minho tidak bisa mempelajari mapel Fisika yang sepele itu. Bukannya aku menyombongkan diri. Tapi itu fakta yang sudah tersebar di seluruh penjuru Korea Selatan.

 

Aku, si jenius Choi Minho nomor dua di Korea Selatan. Err, sebenarnya aku tidak suka ada yang mengatakan aku jenius nomor dua, bahkan aku benci jika diriku mengatakan hal itu termasuk saat ini.

 

Jenius nomor dua adalah aku. Dan jenius nomor satu adalah Kim Min Mi. Yeoja aneh yang sangat ku benci. Tapi terkadang aku penasaran padanya.

 

Aissshh, sudahlah. Kenapa aku jadi bercerita tentang yeoja aneh itu. Abaikan kalimatku tadi.

 

PING!!!

 

1 new message

 

 

From: Luhan

 

Jangan pernah mencoba untuk melupakanku. Besok kau harus berbagi kecerdasanmu kepadaku!

 

«- EXOtic Boy -»

 

 

Pesan macam apa ini? Kenapa setiap kali sekolah mengadakan ulangan atau ujian banyak sekali teman-temanku mengirimkan pesan ancaman sampah itu? Apa mereka tidak mempunyai pekerjaan lain selain mengancam seorang Choi Minho yang jelas-jelas tidak akan pernah takut pada apapun termasuk ancaman sampah itu.

 

Luhan, teman sekelasku. Mengapa ia mengirim pesan seperti itu padaku? Tidak pantas seorang wakil ketua kelas yang selalu berada di peringkat 3 tingkat kelas bersikap seolah-olah ia tidak mempunyai kemampuan untuk menjawab soal-soal Fisika besok. Benar-benar wakil ketua kelas yang tidak pantas ditiru. Dan tanda tangan pesannya pun sungguh menjijikan.

 

Drrttt… Cold heart, baby! Drrrtttt… Cold eyes, baby! Drrrttt… Let’s go!

 

Siwon Hyung calling…

 

Segera ku tekan tombol hijau pada keypad ponselku dan mendekatkan ponsel di telinga kiriku.

 

“Yoboseo, Hyung,” sapaku.

 

“Dongsaeng-ya, are you fine?”

 

“Yes, I am fine.”

 

“Tapi nada bicaramu tidak menunjukkan kalau kau sedang baik-baik saja,” ucap Siwon Hyung dari seberang telepon.

 

Aku menghela nafas. “Aku hanya terlalu lelah belajar Fisika hari ini.”

 

“Besok kau ada Ujian Sekolah, kan?”

 

“Tepatnya mapel Fisika, Hyung.”

 

“Ah iya. Berjuanglah, Minho-ya! Kau jangan sampai mempermalukan keluarga jenius Choi,” ucap Siwon Hyung menyemangatiku.

 

“Sure. Aku tidak akan pernah mengecewakan keluarga jenius Choi. Kau pecaya padaku, kan?”

 

“Tentu saja,” jawab Siwon Hyung lalu tertawa. “Kau adalah jenius Choi Minho-.” Ucapannya menggantung. “-nomor dua.”

 

Lalu ia terbahak.

 

Ingin sekali kusumpal mulut Hyungku ini dengan kaos kaki Eunhyuk Hyung jika dia berada di hadapanku sekarang.

 

“Stop it, Hyung. Kau tidak akan menggodaku lagi, kan? Aku lelah.”

 

“Bagaimana kabar jenius nomor satu?” Ia mulai menggodaku lagi. Issh, aku benci jika Siwon Hyung mulai membahas yeoja aneh bernama Min Mi itu.

 

“Berhentilah membahas yeoja aneh itu, Hyung. Aku tidak pernah memikirkannya,” jawabku malas.

 

“Benarkah?”

 

“Ne. Dan kumohon jangan bahas yeoja aneh itu lagi,” pintaku.

 

Ia tertawa renyah. “Oke, dongsaeng. Aku tidak akan menggodamu lagi.”

 

“Seperti itu lebih baik, Hyung.”

 

“Cepat-cepatlah lulus, Minho-ya. Disini kami sangat membutuhkanmu,” ucap Siwon Hyung yang terdengar seperti permohonan.

 

“Satu bulan lagi aku akan bebas, Hyung. Dan secepatnya aku akan menyusul kalian di Manhattan,” ucapku meyakinkannya.

 

“Kami akan terus menunggumu, Minho-ya. Apalagi Nunamu itu, dia sangat sangat merindukanmu.”

 

“Aku juga merindukan kalian. Sampaikan salamku pada Sooyoung Nuna.”

 

“Yes. Kau tidurlah, Minho-ya. Bukankah disana sudah jam 11 malam?”

 

“Ne, aku akan tidur. Bye.”

 

“Bye, dongsaeng-ya. Jaljayo.”

 

Tut… Tut… Tut…

 

Segera ku bereskan buku-bukuku kemudian merebahkan tubuhku di atas ranjang dan pergi menjemput mimpi.

 

 

***

 

 

Kriiiinggg… Kriiiingggg… Kriiiingggg…

 

Masih dengan mata tertutup rapat, aku menggeliat kecil begitu mendengar dering jam weker.

 

PING!!!

PING!!!

PING!!!

 

Seiring dengan berhentinya dering jam weker yang ku matikan, ponselku berbunyi tanda ada pesan masuk. Dengan malas dan mata masih tertutup, ku raih ponselku yang berada di atas laci tepatnya di samping jam wekerku berada.

 

Kupaksakan membuka kedua mataku walau itu terasa sangat sulit karena rasa kantuk masih enggan pergi dari diriku. Aku menguap lebar sebelum membuka pesan masuk itu.

 

3 new message

 

 

From: Key

Hari ini adalah hari pertama Ujian Sekolah. Aku mewakili seluruh murid kelas 3 Sherlock A sebagai ketua kelas menghimbau kepada seluruh penghuni 3 Sherlock A untuk bersikap jujur pada saat Ujian nanti. Jangan sampai ada yang mencoreng nama baik 3 Sherlock A dengan melakukan hal bodoh seperti mencontek. Itu akan sangat memalukan dan mempengaruhi reputasi 3 Sherlock A.

Keep Spirit and HWAITING!

 

By: Almighty Key, Sang Ketua Kelas 3 Sherlock A.

 

 

Dasar ketua kelas cerewet. Pesan yang sama sekali tidak bermutu. Aku langsung menghapus pesan dari Key itu tanpa membalasnya.

 

 

From: +825099993777

 

JENIUS NOMOR DUA, HWAITING!!!

 

 

Mwo?! Pesan macam apa ini?! Orang ini benar-benar merusak mood ku pagi ini dengan menyebut ‘nomor dua’. Siapa yang mengirimkan pesan tak bermutu ini? Aku sama sekali tidak mengenal nomor ponselnya. Hah, mungkin ini nomor temanku atau nomor ponsel fansku. Tanpa menghiraukan pesan itu, aku langsung menghapusnya.

 

 

From: Onew Hyung

 

Good morning, Minho-ya ^^

Aku akan menjemputmu tepat jam tujuh.

 

 

Aku tersenyum ketika membaca pesan dari Onew Hyung. Dengan cepat aku membalasnya.

 

 

To: Onew Hyung

 

Aku akan menunggumu. Thanks before, Hyung!

 

 

Aku meletakkan kembali ponselku di atas laci dan segera beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setengah jam lagi Onew Hyung akan datang menjemputku.

 

 

*

 

 

“Aku harap kau mau mampir dulu ke apartemenku, Hyung. Aku butuh teman.”

 

Namja sipit itu tertawa di balik kemudi. “Bukankah kau tidak pernah membutuhkan seorang teman pun?”

 

Kuakui ucapan Onew Hyung benar. Aku pernah bilang padanya kalau aku tidak pernah membutuhkan teman untuk menemaniku. Aku ini adalah seorang Choi Minho yang bisa hidup tanpa seorang teman pun.

 

“Aku mengerti posisimu,” ucap Onew Hyung membuyarkan pikiranku. “Malam ini aku akan menemanimu. Demi kau, aku rela membatalkan janjiku untuk menonton film dengan Victoria.”

 

Aku menoleh dan menatap Onew Hyung dengan tatapan bahagia. “Benarkah? Malam ini kau akan menginap di apartemenku, Hyung?”

 

Onew Hyung hanya mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan raya.

 

“Gomawo, Hyung. Aku janji akan memesan banyak ayam goreng untukmu,” janjiku padanya.

 

Onew Hyung menoleh cepat ke arahku setelah mendengar kata ‘ayam goreng’. “Jinjja?”

 

“Ye. Aku tidak pernah membiarkanmu menghabiskan waktu tanpa ayam goreng bukan?”

 

“Kau sungguh anak yang pengertian, Minho-ya.” Ia lalu tertawa. Aku pun tertawa mendengarnya.

 

 

*

 

 

Apalah artinya persahabatan jika salah satu diantaranya ada yang bersenang-senang di atas penderitaan orang lain?

 

Apalah artinya persahabatan jika salah satu diantaranya ada yang menggunjingkan kejelekan orang lain?

 

Apalah artinya persahabatan jika salah satu diantaranya hanya memanfaatkan kemampuan orang lain?

 

Apalah artinya persahabatan jika salah satu diantaranya tidak mau rugi dan hanya mencari untung dari orang lain?

 

 

*

 

 

PING!!!

 

1 new message

 

 

From: Suzy

 

Kita adalah sahabat yang akan terus berjuang bersama untuk menempuh Ujian Negara.

 

Lulus Ujian Praktik (y)

Lulus Ujian Sekolah (y)

Lulus Ujan Negara (y)

 

Sebarkan sms ini pada semua teman kelas 3.

– 25 orang = 80.00

– 35 orang = 85.00

– 50 orang = 90.00

– 85 orang = 95.00

 

 

Permainan macam apa ini. Dengan rasa geli bercampur kesal, aku mengetik pesan balasan untuk Suzy.

 

 

To: Suzy

 

Berapa nilai yang kudapatkan jika aku mengirim pesan itu ke 150 orang?

 

 

PING!!!

 

1 new message

 

 

From: Suzy

 

Aku tidak tau, Minho-ya. Coba kau hitung saja sendiri. Aku mendapatkan pesan ini dari Tao.

 

 

Cih. Ternyata pesan berantai lagi. Aku benar-benar sudah muak dengan semua ini. Sudah pasti ada sutradara yang bekerja di balik layar dan aku benar-benar ingin mencekiknya sekarang juga. Abaikanlah kalimatku tadi. Kau terlalu bermimpi Choi Minho! Aku pun bahkan tidak tau siapa pelakunya dan tidak berniat sedikitpun untuk mencari tau siapa pelakunya. Sangat tidak elit untuk seorang Choi Minho menyelidiki kasus sampah itu.

 

PING!!!

 

1 new message

 

 

From: +825099993777

 

SATU MINGGU LAGI AKAN DIADAKAN UJIAN NEGARA. BELAJARLAH YANG RAJIN AGAR BISA MENJADI NOMOR SATU.

 

JENIUS NOMOR DUA, HWAITING!!!

 

 

Ya! Siapa yang mengirimiku pesan seperti ini?

 

Sepertinya aku mengenal nomor ini. Tunggu sebentar, bukankah ini nomor yang minggu kemarin mengirimiku pesan? Yak, tidak salah lagi. Pasti ini orang yang sama.

 

Tak mau penasaran, aku segera mencoba menelepon nomor itu. Tapi tidak di angkat. Ku coba sekali lagi menghubungi nomor itu, tapi tetap tidak di angkat juga telepon dariku.

 

Isshh, orang ini benar-benar mencari masalah denganku.

 

 

***

 

 

Huaaahhh, akhirnya Ujian Negara sudah selesai sempurna. Saatnya menunggu pegumuman kelulusan dan menerima ijazah. Aku sudah tak sabar untuk meninggalkan Seoul. Aku sangat rindu pada keluargaku.

 

Manhattan, I’m coming~

 

 

***

 

 

PING!!!

 

1 new message

 

 

From: +825099993777

 

JENIUS NOMOR DUA, CHUKKAE! AKHIRNYA KAU MENJADI YANG PERTAMA TINGKAT SEKOLAH, KEKEKE.

 

 

Orang ini benar-benar minta di cincang dengan menyebut kata ‘nomor dua’. Sepertinya orang ini bermata minus, sampai-sampai orang ini selalu mengetik pesan dengan huruf besar.

 

Setiap aku membalas pesan orang ini, dia tidak membalas pesanku lagi. Setiap aku mencoba untuk menghubunginya, orang ini tidak pernah mengangkat telepon dariku. Menyebalkan sekali! Tapi aku tetap menyimpan semua pesan darinya, sekedar untuk berjaga-jaga.

 

“Para penumpang diharapkan menonaktifkan ponselnya selama penerbangan.”

 

Ibu jariku sudah bersiap untuk mengetik pesan balasan tapi terhenti karena sebuah suara itu.

 

Aku segera menonaktifkan ponselku dan memasukkannya ke dalam saku jeans ku.

 

Lihat saja apa yang akan ku lakukan nanti.

 

 

 

-the end-

 

 

 

Note: Teman-teman Minho yang mengirim pesan pada Minho disini seumuran dengan Minho yaitu 17 tahun. Kecuali Onew yang disini berumur 20 tahun.

 

 

 

One thought on “I Hate That Message

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s