Broken Heart

 

Author: VipeR Яed

Title: Broken Heart

Main Cast:

  •  Lee Yoora
  •  Kim Jonghyun (SHINee)

Other Cast:

  • Choi Sulli (F(x))
  • Im Yoona (SNSD / Girls’ Generation)

Length: Oneshot

Rating: PG-13

 

 

 

 

 

 

 

Namja berkacamata itu tidak terlalu tampan, menurutku wajahnya pas pasan. Kulitnya juga agak coklat, tidak putih seperti namja-namja biasanya. Apalagi tingginya hanya 170-an.

 

Untuk yeoja yang normal pasti tidak berminat untuk mempunyai namjachingu dengan kriteria di atas. Pasti yeoja-yeoja itu lebih memilih namja dengan wajah tampan, berkulit putih, dan memiliki tinggi lebih dari 175 centimeter.

 

Tapi aku tidak seperti itu.

 

Entah mengapa aku menaruh hati pada Jonghyun sunbae, namja yang kontras dengan tipe namja keren.

 

Tapi aku merasa aku ini aneh. Bayangkan saja, aku jatuh cinta dengan namja yang tidak kuketahui asal usulnya. Aku tidak tau dia tinggal dimana, musik favoritnya apa, hobinya apa, dan masih banyak lagi hal yang tidak kuketahui tentang Jonghyun sunbae. Bahkan aku belum pernah sekalipun berbincang dengannya. Itu gila! Mungkin kali ini aku merasa cintaku pada Jonghyun sunbae begitu unik hingga aku berambisi untuk mendapatkan hatinya.

 

Berdiam diri di dalam kamar dan hanya mendengarkan musik yang mengalun dari iPod itu yang kulakukan sekarang.

 

Aku tidak bisa pergi kemana-mana karena Jinki Oppa ada di rumah ini dan yeah, kalau sudah ada dia, aku tak bisa pergi. Jinki Oppa selalu melarangku pergi pada malam hari. Cih, dia pikir aku anak kecil yang harus tidur tepat pukul delapan? Aku ini sudah grade 1 SHS! Apa aku harus menghabiskan malamku bersama buku-buku pelajaran yang selalu membuatku pusing? Oh ayolah, aku juga ingin bersenang senang di luar sana. Err, tapi aku tidak yakin bisa pergi keluar sana dengan alasan berkencan. Pasalnya aku sekarang tidak memiliki namjachingu.

 

Semoga saja Jonghyun sunbae juga berdiam diri di dalam rumahnya, tidak berkencan dengan siapa-siapa.

 

 

***

 

 

Sekarang aku berada di dalam kelas. Berbincang ringan dengan sahabatku, Sulli. Di tengah perbincangan itu tiba-tiba perutku mulas. Ishh, ini pasti gara-gara Jinki Oppa yang memasukkan sambal pedas ke dalam sandwichku tadi sewaktu sarapan. Jeongmal nappeun Oppa!

 

“Yoora-ya, gwenchana?” tanya Sulli. Sepertinya dia heran melihatku tiba-tiba meremas-remas perutku sendiri.

 

“Sepertinya perutku sedang dalam masalah,” jawabku sambil meringis. “Masih ada sepuluh menit lagi sebelum bel masuk berbunyi. Aku ke toilet sebentar, ya. Perutku ini sungguh sangat menyebalkan.”

 

Setelah mengucapkan kalimat itu, aku langsung berlari menuju toilet yeoja sambil tetap meremas perutku. Dalam keadaan tegesa-gesa karena tidak kuat menahan panggilan alam ini, tidak sengaja aku menabrak seseorang. Alhasil kami berdua jatuh dan saling meringis menahan sakit akibat benturan tubuh kami ditambah benturan lantai keras ini. Kami berdua pun langsung berdiri.

 

“Mianhae. Aku tidak sengaja menabrakmu. Sekali lagi aku minta maaf,” ucapku pada orang yang kutabrak tadi sambil membungkuk.

 

“Gwenchana, aku juga tidak berhati-hati tadi. Aku juga minta maaf.”

 

Suara halus namja yang kutabrak ini sangat asing di telingaku dan itu membuatku penasaran.

 

“JONGHYUN SUNBAE?!” pekikku tak percaya.

 

Orang yang kutabrak tadi adalah orang yang kusukai. Dia, si bantet Jonghyun sunbae!

 

Surprize. Aku tidak menyangka akan bertemu dan berhadapan langsung dengan orang yang kusukai. Oh tidak, maksudku orang yang kucintai dalam perjalan dari-kelas-menuju-toilet dan dalam kondisi tidak-sengaja-bertabrakan-dan-terjatuh ini.

 

“Kau tau namaku?”

 

Aku tergagap. “Ah, itu. Nggg, aku tau dari…” Ya Tuhan, aku harus bilang apa padanya? Tidak mungkin aku berkata jujur kalau aku tau namanya dari wali kelasnya. Itu tidak lucu. “Dari badge namamu. Nde, dari badge namamu, sunbae.”

 

Aku menunjuk badge yang menempel di dada kanan kemeja putihnya. Huft, akhirnya aku mempunyai alasan bagus yang masuk akal.

 

Jonghyun sunbae tersenyum. Catat dengan huruf besar, TERSENYUM! Aku hampir saja pingsan karena senyumnya sangat kuat tegangannya sehingga aku seperti orang yang disetrum. Aku harus meralat penilaianku tentangnya, Jonghyun sunbae itu sangat tampan dan menawan dengan senyum hangatnya.

 

Dia bukan namja buruk rupa, dia adalah pangeran yang memiliki senyum terindah di seluruh jagat raya.

 

Oh baiklah, mungkin aku terlalu berlebihan memujinya. Tapi begitulah yang sedang kurasakan. Apa mungkin dewi fortuna kali ini sedang berpihak padaku?

 

Sepertinya tidak. Karena perutku ini menuntutku untuk segera memenuhi hasrat ingin buang air besar sialan ini.

 

Tanpa permisi, aku berlari sekuat tenaga untuk dapat sampai ke toilet tepat waktu. Aku tidak ingin Jonghyun sunbae melihat wajahku yang menahan pup.

 

Bodohnya aku, bisa-bisanya aku meninggalkan namja yang kucintai itu sendirian. Aku sangat bodoh karena telah melewatkan kesempatan untuk berbincang dengannya. Karena perut sialan yang tidak bisa diajak kompromi ini kesempatanku untuk bisa mengenalnya lebih jauh hilanglah sudah.

 

 

*

 

 

“Jonghyun sunbae tersenyum padamu?” tanya Sulli tak percaya.

 

Aku mengangguk. “Kau tau, senyumannya itu sungguh hangat. Kyaa ><.”

 

“Kau beruntung sekali, Yoora-ya,” ucap Sulli riang.

 

“Tidak terlalu beruntung, Sulli-ya. Perutku ini sangat kurang ajar dan merusak suasana.”

 

Sulli terkekeh. “Nasibmu kurang bagus. Tapi kau harus semangat. Hwaiting!”

 

“Ne, hwaiting!” Aku mengepalkan kedua tanganku ke udara dan tertawa.

 

“Yoora-ya, apa kau membawa ponsel?”

 

“Tentu saja. Waeyo?”

 

“Boleh aku pinjam untuk mengirim pesan pada Eomma? Aku ingin mengatakan kalau Park Ahjussi tidak usah menjemputku karena Taemin Oppa akan mengajakku untuk makan es krim.”

 

“Tentu saja, Sulli-ya. Bila perlu kau telpon saja supaya Ahjumma percaya padamu kalau kau tidak berbohong,” ucapku.

 

“Apa boleh?”

 

“Kau ini seperti menganggapku orang asing,” ucapku pura-pura marah padanya.

 

“Ah, bukan begitu maksudku.”

 

“Sudahlah, pakai saja ponselku. Arra?”

 

Sulli mengangguk. “Arrasseo jika kau memaksaku.”

 

Tanganku merogoh saku rok seragamku. Ya, dimana ponselku? Kenapa ponselku tidak ada di saku rok seragamku ini? Aku masih ingat kalau aku menyimpan ponselku disini. Tapi kemana benda persegi panjang itu sekarang?

 

“Ada apa?” Sulli bertanya penasaran.

 

“Ponselku tidak ada!”

 

Mata Sulli membulat. “Bagaimana bisa?”

 

“Molla. Aku kira ponselku jatuh sewaktu aku berlari tadi pagi.”

 

 

***

 

 

Aku berusaha menata kembali raut wajahku. Aku harus seperti Yoora yang selalu ceria. Tidak lucu kalau teman-temanku menertawakan wajah sedihku hanya karena aku kehilangan ponsel.

 

Sesampainya di kelas, Sulli menyapaku dengan senyumannya. Dia menghampiriku dan meninggalkan kerumunan yeoja yang sedang bergosip ria di pojok kelas.

 

“Annyeong, Lee Yoora,” sapanya sambil tersenyum.

 

Aku hanya membalasnya dengan senyuman tipis.

 

“Oh common, dear. Gwenchana?”

 

Aku menggeleng sebagai jawaban.

 

“Jangan katakan kalau kau masih berkabung atas menghilangnya ponselmu itu.”

 

“Kau tau kan, ponsel itu sangat berharga untukku,” ucapku lirih.

 

“Yeah. Ponsel itu pemberian Jinki Oppa, kan?”

 

Aku mengangguk. “Aku tidak bisa membayangkan akan dicambuk olehnya karena telah menghilangkan kado darinya. Kau tau kalau Jinki Oppa itu sangat sadis.”

 

“Aku tau.” Sulli mengelus bahuku.

 

 

*

 

 

Bel istirahat akhirnya berbunyi juga. Seluruh siswa di kelasku berbondong-bondong keluar kelas termasuk Sulli. Biasanya aku juga seperti mereka, buru-buru pergi ke kantin atau ke perpustakaan. Tapi kali ini aku tidak beranjak dari bangkuku, tetap berdiam diri di kelas.

 

Setelah Kim Songsaengnim mengakhiri pelajaran Biologi, Sulli segera meluncur ke kantin dengan Taemin yang sudah menunggunya di depan kelas. Kini tinggal aku seorang di kelas ini.

 

Bosaaaaannn!!!

 

“Annyeong.”

 

Telingaku mendengar suara lembut seorang namja yang tidak begitu asing di telingaku. Dan saat menyadari bahwa suara itu berasal dari namja yang kucintai, aku terbelalak.

 

Jonghyun sunbae melangkah menuju mejaku. Dia menghempaskan tubuhnya di bangku kosong tepat di samping kiriku. Untuk yang pertama kalinya, aku hampir pingsan karena spot jantung.

 

“Ada apa?” Akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya. Walaupun nada bicaraku terdengar seperti bocah yang baru saja menelan bapao tanpa mengunyahnya.

 

Jonghyun sunbae tersenyum manis.

 

Oh my God! Dua kali Jonghyun sunbae tersenyum padaku!

 

“Kau Lee Yoora, kan?” Jonghyun sunbae bertanya balik tanpa menjawab pertanyaanku.

 

Aku mengangguk. “Nde. Aku Lee Yoora. Waeyo, sunbaenim?”

 

Jonghyun sunbae merogoh saku celananya. Aku sangat terkejut ketika melihat benda yang diambil Jonghyun sunbae dari saku celananya. Itu ponselku!

 

“Ini ponselmu?”

 

Aku kembali mengangguk. Lalu dia meletakkan ponselku di atas telapak tanganku. Dia merengkuh telapak tanganku. Mungkin sebentar lagi aku akan menjadi salah satu pasien Song Uisa dengan problem serangan jantung.

 

“Kenapa ponselku ada padamu, sunbaenim?”

 

“Kau ingat kemarin kita sempat bertabrakan,” ujarnya mulai menjelaskan. “Lalu kita jatuh dan ponsel yang kau genggam juga ikut terjatuh. Kita segera berdiri dari posisi memalukan itu dan tidak ada dua menit setelah kecelakaan kecil itu kau langsung pergi begitu saja tanpa memperdulikan ponselmu yang tergeletak di lantai. Saat itu juga aku menyimpan ponselmu.”

 

Aku terbelalak setelah mendengar penjelasannya.

 

“Lalu ketika ada banyak panggilan yang masuk, kenapa kau tidak menjawabnya?”

 

“Oh, itu. Waktu ada panggilan masuk, aku sedang berada di ruang guru sedang berbincang dengan Shin Songsaengnim. Tidak sopan sekali aku menjawab telepon di depan guru. Akhirnya aku terpaksa mengabaikan panggilan masuk itu walaupun aku tau itu darimu. Lalu aku berencana akan mengembalikan ponselmu sepulang sekolah, tapi ketika kudatangi kelasmu, kau tidak ada. Jadi kuputuskan untuk mengembalikannya besok saja. Mian.”

 

Aku tidak percaya ini!

 

“Tidak perlu minta maaf, sunbaenim. Justru aku yang seharusnya minta maaf padamu karena telah merepotkanmu. Dan masalah aku tiba-tiba meninggalkanmu begitu saja tanpa permisi, itu karena aku ada urusan yang harus di selesaikan saat itu juga. Maafkan aku dan terima kasih kau telah menyimpan ponselku, sunbaenim.”

 

Dia tertawa lirih. “Cheonmaneyo, Yoora-ssi.”

 

Eh, Jonghyun sunbae tau namaku dari siapa? Ah, mungkin dia bertanya pada teman-temanku atau apalah aku tidak mau ambil pusing.

 

“Chagiyaaaa!”

 

Seruan yeoja itu terdengar dari ambang pintu kelasku. Dan benar saja, seorang yeoja berpenampilan modis dan yeah, cantik itu sepertinya nae sunbae. Aku pernah melihat dia menjadi salah satu pengurus Penerimaan Siswa Baru angkatanku.

 

Jonghyun sunbae tiba-tiba bangkit dari duduknya. “Yoona-ya, ada apa?”

 

“Aku sedari tadi mencarimu dan temanmu mengatakan padaku kalau kau berada di kelas 1 Baby Blue,” jawabnya. “Sedang apa kau disini?”

 

“Oh, aku tadi ada urusan sebentar dengan Yoora,” jawab Jonghyun sunbae sambil tersenyum.

 

“Apa urusanmu dengannya sudah selesai?”

 

“Tentu.”

 

“Kalau begitu, kajja kita pergi ke kantin.” Yeoja itu merengek pada Jonghyun sunbae dengan manja.

 

Jonghyun sunbae tertawa lalu menyentil ujung hidung yeoja yang bernama Yoona itu.

 

“Kajja kita pergi sekarang,” ajak Jonghyun sunbae lalu menggandeng lengan Yoona sunbae pergi dari kelasku ini tanpa permisi. Persis seperti yang kulakukan padanya kemarin.

 

Tapi, Yoona sunbae itu siapanya Jonghyun sunbae? Kenapa Yoona sunbae memanggil namja yang kucintai dengan sebutan “chagiya”? Apa mungkin Yoona sunbae adalah yeojachingunya Jonghyun sunbae?

 

Lalu bagaimana dengan perasaanku?

 

Aku tertunduk lemas. Baru kali ini aku merasakan patah hati dan parahnya cintaku hanya bertepuk sebelah tangan.

 

Hah, pupus sudah harapanku untuk menjadi yeojachingunya si namja bantet Kim Jonghyun.

 

 

 

– the end –

 

 

 

One thought on “Broken Heart

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s