Kumai

 

 

terdiam tapi terseyum ria

tak bernyawa tapi selalu hidup

tersenyum dan bahagia

tampan dan selalu beraura

tangkaimu menyentuh terbus berkilau

lesung pipimu menambah kesan lucu

 

pesonamu menyulut tajam

membangkitkan gairah hidup

jemarimu begitu lentik

seperti ranting-ranting

 

kau terus mengusikku

dengan gaya kasualmu

dan kau selalu sengaja membuka tiraimu

agar aku penasaran untuk mengintip ada apa dibalik itu

selalu saja kau mebuatku silu

ketika memandang sempurnanya dirimu

 

nyaris kau mengisi noktah-noktah kekosongan

berharap aku tak sendirian

merpatipun kau kirimkan

untukku agar merasa nyaman

 

kerikil-kerikil itu mulai menghilang

cahayapun mulai bersinar

 

ketika kudekap dirimu yang berada di dalam kumai violet

terasa begitu cepat denyut jantung ini berdetak

meskipun jarak memisahkan kita

ku akan tetap menyimpannya

terletak di sebuah tempat suci

yang begitu sangat berarti

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s